Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

PEDAGANG PASAR BALEDONO PURWOREJO MASIH BERTAHAN BERJUALAN DI JALAN

Posted by Hendi Prakoso Minggu, 22 September 2013 0 komentar
Sejumlah 1.388 pedagang korban kebakaran Pasar Induk Baledono Purworejo sementara waktu akan menempati ruas Jalan A. Yani. Mereka memulai aktivitas perdagangan baru dengan menempati tenda darurat menjelang Lebaran 2013.
Ini terungkap saat pertemuan antara pedagang korban kebakaran dengan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo kemarin (28/7). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purworejo ditemani Sekda Tri Handoyo, Danim 0708 Purworejo Letkol Inf Arry Sundoro, Wakapolres Purworejo Kompol Elvian R Kepala DPU Fatori, Kepala Disperindagkop Suhartini, Kepala Bappeda Sutrisno, Kepala Dishubkominpar Agus Boedi Haryanto, dan Wakil Ketua DPRD Angko Setiyarso Widodo.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar (Papas) Baledono H. Sumedi mengungkapkan, pedagang korban kebakaran melakukan rapat yang diikuti pengurus Papas dan perwakilan pedagang sebanyak 106 orang.
Hasilnya, mereka ingin berjualan dan diizinkan mendirikan lapak sementara di ruas Jalan A. Yani, KHA Dahlan, dan Jalan Kemuning. Mereka yang berjualan merupakan pedagang resmi di Pasar Induk Baledono dengan posisi sesuai absensi.
"Ruas Jalan A. Yani akan ditempati pedagang kering seperti pedagang pakaian dan lain-lain. Sementara pedagang basah seperti pedagang daging, sayuran, dan sembako ditempatkan di Pasar Kongsi," imbuhnya.
Menanggapi usulan tersebut, Mahsun menyatakan dari hasil koordinasi pemkab bersama instansi dan pihak terkait, telah merumuskan dua konsep relokasi. Pertama dengan disebut masa tanggap darurat pertama, yaitu mengizinkan pedagang menempati ruas Jalan A. Yani, mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Bersamaan dengan itu, pemkab juga menyiapkan masa tanggap darurat kedua, yakni membuat pasar penampung sementara, sembari menunggu proyek pembangunan Pasar Baledono berdiri kembali.
Dua alternatif pilihan relokasi sementara adalah Pasar Kongsi dan belakang Kompleks Plaza. Pasar Kongsi difungsikan sebagai subterminal angkutan dan memiliki luas 3 ribu meter persegi. Sedangkan belakang Kompleks Plaza memiliki luas satu hektare. Masa darurat kedua tersebut diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun.
Setelah Pasar Baledono dibangun, semua pedagang yang berada di pasar penampungan harus kembali lagi ke Pasar Baldeono. Pemkab minta pedagang membuat surat pernyataan, yang menjamin jika tiba saatnya kembali ke pasar baru, tidak ada pedagang yang ngotot tetap bertahan.
"Saya tahu persis apa yang dirasakan saudara semua. Saya juga berharap semua pedagang yang menjadi korban secepatnya kembali berjualan menyambut Lebaran," imbuhnya.
Audiensi sempat berjalan a lot. Pedagang setuju dengan masa tanggap darurat pertama, namun berkeinginan bertahan di Jalan A. Yani sampai proses pembangunan Pasar Baledono selesai.
"Tanggap darurat pertama saya setuju. Untuk tanggap darurat kedua, kami tidak mau. Kami tetap ingin bertahan di Jalan A. Yani. Kalau pindah ke plaza, siapa yang mau beli," cetus Gatot, salah satu pedagang korban kebakaran.
Wakil Ketua DPRD Angko Setyarso Widodo mencoba mendinginkan suasana. Menurutnya, pemkab dan DPRD berusaha mencari alternatif yang terbaik dan memikirkan kebaikan ke depan.
"Semua dihadapkan pada pilihan sulit. Harus ada solusai terbaik yang diambil dan saya berharap masa tanggap darurat pertama dan kedua bisa diberlakukan, kendati ada beberapa substansi yang lentur bisa dirembuk bersama," katanya.
Setelah berdebat panjang, akhirnya kesepakatan ditemukan. Pedagang diperbolehkan berjualan di ruas Jalan. A Yani hingga pembangunan Pasar Baledono selesai. Syarat, tidak boleh menutup jalan alias hanya menggunakan enam meter dari total ruas jalan A. Yani yang memiliki lebar 12 meter.
Ketua DPU Fatori menyatakan, proses tanggap darurat kedua waktunya tidak bisa selesai selepas H-7 hingga H+7. Jadi, alternatif pilihan yang memungkinkan tidak semua pedagang di Jalan A. Yani. Ia menyarankan Jalan KHA Dahlan tidak digunakan sehingga bisa untuk pengalihan kepadatan arus lalu-lintas selain Jalan Pasar Suronegaran.(tom/hes/rv) 

Sumber : http://www.radarjogja.co.id/magelang/30238-pedagang-baledono-jualan-di-jalan.html

MAU BELAJAR BISNIS ONLINE DISINI TEMPATNYA

ViralGen Referral Shopping
Read More..
Posted by Hendi Prakoso Jumat, 20 September 2013 0 komentar

DOWNLOAD PENGUMUMAN CPNSD PEMERINTAH KOTA MAGELANG
(format pdf)
Read More..

PENGUMUMAN CPNSD PEMKOT SALATIGA 2013

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar
Download Pengumuman Penerimaan CPNSD Pemkot Salatiga 2013.

(format PDF)
Read More..

JALUR SELATAN KEBUMEN, JALANNYA BOLONG-BOLONG

Posted by Hendi Prakoso Kamis, 11 Juli 2013 0 komentar

KEBUMEN - Pengguna jalan raya khususnya pengendara roda dua dan empat, khawatir pada saat musim arus mudik dan arus balik lebaran mendatang, akan terjadi kemacetan yang cukup berarti di jalur Selatan Kebumen. Soalnya, kondisi jalan masih belum nyaman untuk dilalui, alias masih 'bolong-bolong'. Jikapun tertutup, hanya sebatas 'tambal-sulam' tidak semaulus yang diharapkan. Itupun juga belum rata, karena masih banyak ditemui lubang di ruas yang belum tertangani, Rabu (10/07/2013). Selain itu jalan berlubang dan bergelombang juga terdapat di Gombong dan Alang-alang Amba Karanganyar. Aspal di perlintasan Kereta Apil (KA) Karanganyar yang mulai mengelupas juga sering menimbulkan antrean kendaraan.Di ruas jalan Kebumen-Kutoarjo perbaikan jalan masih dilakukan. 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen H Dwiyono Waluyo ST MT mengatakan, untuk pelebaran jalan di Prembun tinggal menyelesaikan lapis ulang. Pelebaran jalan satu meter kanan kiri tersebut juga tidak menganggu pengguna jalan. Sedangkan pemeliharaan yang berkala besar lain yakni di Kutowinangun sudah selesai pelaksanannya. "Khusus untuk penanganan lubang selalu kami laporkan untuk segera ditangani", katanya.
(Sumber : kebumenkab.go.id)
Read More..

MASIH SERING HUJAN, PANEN TEMBAKAU MUNDUR

Posted by Hendi Prakoso Rabu, 10 Juli 2013 0 komentar
 




Masa panen tembakau di Kabupaten Temanggung mundur karena hingga awal Juli 2013 masih sering terjadi hujan di daerah ini.

Petani yang juga Kepala Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir di Temanggung, Selasa, mengatakan, biasanya pada awal hingga pertengahan Juli seperti sekarang petani di lereng Sumbing sudah mulai petik daun tembakau, namun saat ini belum ada yang petik.

"Pada kemarau basah ini masih sering turun hujan sehingga kurang baik terhadap kualitas tembakau. Kami masih menunggu cuaca stabil agar hasil panen tembakau bagus," katanya.

Saat ini petani belum melakukan pemetikan, katanya, meskipun sebenarnya sekarang sudah memasuki masa petik, karena cuaca belum menentu dan daun tembakau masih banyak mengandung air. Bila dipaksakan hasil akhirnya tidak bagus dan petani merugi.

"Jadi tahun ini masa tanam tembakau akan molor satu bulan menjadi Agustus," katanya.

Ia menuturkan, beberapa hari ini tidak turun hujan, mudah-mudahan bisa bertahan pada hari-hari ke depan sehingga struktur tanah kering dan baik untuk petik daun tembakau.

(Sumber : ANTARA Jateng)
Read More..

MASA PANEN,HARGA KOPI ARABIKA MELOROT TAJAM

Posted by Hendi Prakoso Kamis, 20 Juni 2013 0 komentar
Foto : ANTARA/Anis Efizudin
Harga kopi arabika gelondong merah basah di tingkat petani Kabupaten Temanggung pada masa panen tahun ini turun tajam dibanding tahun lalu.


Seorang petani kopi Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Muhtarom, di Temanggung, Kamis, menyebutkan, harga kopi arabika pada awal musim panen tahun 2012 mencapai Rp4.500 per kilogram, namun sekarang hanya Rp2.300 per kilogram.

Ia menuturkan, harga kopi arabika di awal musim panen 2013 lebih rendah dibanding harga tahun lalu, padahal produksi kopi tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.

"Biasanya kalau produksinya sedikit harga akan naik, tetapi sekarang produksinya turun harganya juga ikut turun," katanya.

Menurut dia, kopi arabika mempunyai kualitas yang lebih bagus dibanding dengan kopi jenis lain. Aroma dan rasa kopi arabika juga lebih harum dan mempunyai cita rasa yang lebih jika dibanding dengan jenis kopi lainnya.

Ia mengatakan, selisih harga antara kopi arabika dengan kopi jenis lainnya tidak jauh berbeda sehingga banyak petani kopi yang mengeluhkan hal tersebut.

"Berdasarkan informasi yang saya dapat, kopi arabika ini mutunya lebih bagus, tapi harganya hampir sama dengan kopi jenis lain, seharusnya harganya bisa lebih tinggi dari kopi jenis lainnya, bahkan harganya kadang di bawah jenis kopi lainnya," katanya.
(Sumber : antarajateng.com)
Read More..

PEMBUAT UANG PALSU DI TEMANGGUNG DIRINGKUS

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar
Kepolisian Resor Temanggung berhasil meringkus seorang pembuat uang palsu di Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kabupaten Temanggung.

Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Marino di Temanggung, Kamis, mengatakan, tersangka pembuat uang palsu yakni Sutardi (41) warga Bukit Beringin, Kecamatan Bangka Barat, Kabupaten Maringin, Provisi Jambi. Tersangka sengaja datang ke Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Pringsurat untuk membantu saudaranya memproduksi uang palsu.

"Tersangka sengaja datang ke rumah kakaknya membantu membuat uang palsu. Tersangka bertugas mencetak uang palsu," ucapnya.

Ia mengatakan, tersangka berhasil dibekuk petugas Polres Temanggung setelah kakak kandung tersangka, Warto Prio Utomo (43) tertangkap oleh petugas Polres Semarang.

"Setelah kakaknya tertangkap saat mengedarkan uang palsu di Kabupaten Semarang, kemudian dari hasil penggembangan tersangka Sutardi juga berhasil di bekuk di rumah kakaknya di Kecamatan Pringsurat," paparnya.

Ia menyebutkan, dari tangan tersangka petugas Polres Temanggung berhasil mengamankan 21 lembar uang palsu pecahan Rp50.000, dua buah telepon seluler, dan sebuah tas warna hitam yang berisi alat-alat serta berkas-berkas penting milik tersangka.

"Barang-berang tersebut kami sita sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Sutardi mengatakan, terpaksa memenuhi permintaan kakaknya yang sekarang mendekam di Polres Semarang, karena terdesak kebutuhan ekonominya.

"Selama 25 tahun di Jambi saya hanya bekerja sebagai pekerja kebun karet, sehingga penghasilan saya sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apalagi sekarang semua harga kebutuhan pokok naik, jadi saya terpaksa ikut dengan kakak membuat uang palsu," kilahnya.

Ia mengaku baru seminggu ikut kakaknya memproduksi uang palsu. Sebelumnya dia dijanjikan akan mendapat uang yang lebih banyak dari upahnya sebagai buruh kebun karet di Jambi.

Perbuatan tersangka dijerat Pasal 26 ayat (2) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

(Sumber : antarajateng.com)
 
Read More..

WISATAWAN TERGULUNG OMBAK, 3 TEWAS

Posted by Hendi Prakoso Selasa, 28 Mei 2013 0 komentar
PURWOREJO - Delapan wisatawan tergulung ombak saat liburan Tri Suci Waisak di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (25/5). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30, tiga korban ditemukan tewas, tiga lainnya hingga kini belum ditemukan, dan dua korban dinyatakan selamat.
Ketiga korban meninggal yakni Sri Utami (55) warga Dusun Krajan RT1 RW2, Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo, Sri Wahyuningsih (52) warga Desa Semagung Wetan RT 2 RW 4 Kecamatan Bagelen, dan Habib Fikri (7) warga Desa Lugosobo RT 4 RW 3, Kecamatan Gebang.
Tiga korban yang masih dalam pencarian yakni Eliana Agustin (21) mahasiswi Akbid Purworejo, warga Desa Wirun RT 1 RW 2 Kutoarjo, Nabila (12) warga Desa Brengkelan RT 5 RW 6, Kecamatan Purworejo, dan Sunarko (65) warga Desa Semagung Wetan RT2 RW4 Kecamatan Bagelen.  
Winanto (40) bersama anaknya warga Desa Wirun, Kutoarjo berhasil selamat dari musibah tersebut. Hanya, Winanto harus kehilangan keluarga tercintanya yakni Sri Utami (mertua) dan Eliana Agustin (anak).
Winanto mengisahkan, kejadian bermula saat ia sekeluarga dudukduduk di tepian pantai bersama kelompok keluarga yang lain. Tiba-tiba ombak besar datang dan mengempas pengunjung yang sedang menikmati suasana pantai. 
Air kemudian menyeret Winanto sekeluarga ke tengah lautan. “Kami tidak sempat menyelamatkan diri karena ombak sangat besar dan cepat,” katanya.  
Dalam situasi panik, Winanto segera menyambar tangan anaknya yang berusia 10 tahun.  Dalam pandangannya, beberapa orang juga terbawa ke tengah laut dan berusaha menyelamatkan diri. 
Winanto bersama anaknya akhirnya berhasil kembali ke tepi bersama ombak yang menepi. “Saya tidak bisa menolong yang lain, karena posisi saya memegang anak,” ujarnya.
Saksi Supandi (40) warga Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi mengatakan, beberapa saat kemudian tiga korban lainnya menepi terbawa ombak. Dari ketiga korban tersebut, dua telah meninggal dunia. 
Ombak Besar
Habib Fikri masih bernapas, tetapi dalam kondisi kritis. Habib kemudian dibawa ke PKU Muhammadiyah Purworejo. Setiba di PKU, korban meninggal dunia. “Dua korban lain kami titipkan di Puskemas Bragolan, Kecamatan Purwodadi,” jelasnya.
Ketua Tim SAR Purworejo, Edy Purwanto melalui Koordinator Operasi Pencarian Bambang Supriyadi, menjelaskan, dalam operasi pencarian pihaknya melibatkan BPBD Purworejo, Basarnas Yogyakarta, PMI, SMK 4 Purworejo, Komunitas Radio Mitra Polri dan personel Polres Purworejo serta Koramil Purwodadi.
Bambang mengatakan, ombak di pantai selatan relatif besar. Akibatnya, pihaknya tidak bisa melakukan pencarian korban ke tengah lautan. “Kami hanya melakukan penyisiran di tepi pantai radius 6-7 kilometer,” katanya.
Jumlah pengunjung Pantai Jatimalang, lanjut dia, cukup banyak. Untuk mengantisipasi dan memudahkan pencarian korban, pengunjung diperingatkan agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai.
“Kami masih berupaya mencari korban,” tegasnya.
(Sumber : suara merdeka) 
ViralGen Referral Shopping
Read More..

GANJAR PRANOWO : KEMENANGANNYA BERKAT MESIN PARTAI

Posted by Hendi Prakoso Senin, 27 Mei 2013 0 komentar
PURWOREJO - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui bahwa kemenangannya atas hitung cepat KPU Provinsi Jateng karena mesin politik PDI Perjuangan yang mengusungnya berjalan dengan efektif.
“Selain itu, karena branding personal pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko dan manajemen relawan yang baik,” kata Ganjar di Purworejo, Minggu. Ia mengatakan perolehan suara yang diperoleh sudah diprediksi sejak kemarin.
“Sebetulnya pada H-1 pencoblosan sudah ada survei, namun tidak kami publikasikan,” katanya.
Ia mengatakan dua hari lalu sudah ada komunikasi dengan pendukung Rustriningsih yang menurut mereka sebenarnya mempunyai visi misi yang sama dan mereka tidak membawa nama perseorangan, tetapi gerbong besar yang dibawa PDI Perjuangan.
Saat pencoblosan, Ganjar Pranowo berada di rumah orang tuanya di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, bersama istrinya, Siti Atiqoh. Ganjar tidak memiliki hak suara, karena ber-KTP Jakarta. Ganjar berada di Kutoarjo untuk menemani ayahnya, H Pamuji, yang tengah sakit untuk datang ke TPS 8 Kelurahan Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo.
Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara TPS 8 Sunardi mengatakan dari 232 pemilih yang tercantum daftar pemilih tetap (DPT), hanya 148 warga yang menggunakan hak suaranya.
Pasangan Ganjar-Heru mendominasi dalam perolehan suara di TPS tersebut dengan meraup 136 suara, disusul pasangan Bibit-Sudijono mendapat sembilan suara, dan Hadi Prabowo-Don Murdono mendapat satu suara.
(Sumber : Solopos)
Read More..

CABUP PDIP UNGGUL SEMENTARA HITUNG CEPAT PILBUP TEMANGGUNG

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar
TEMANGGUNG - Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Temanggung, Bambang Soekarno-Irawan Prasetyadi yang diusung PDI Perjuangan, unggul sementara dalam hitung cepat yang dilakukan KPU setempat, Minggu (26/5/2013).
Suara yang telah masuk sudah mencapai 84 persen dari 1153 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Paslon Budiarto-Dedi Haryadi (PPP, PKNU, Demokrat, Hanura dan Golkar) memperoleh 20,09 persen, Fuad Hidayat-Andoyo (PKB dan Gerindra) memperoleh 25,76 persen, Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi (PDI P) memperoleh 40,88, Hadi Kuswanto-Tri Murdoko (calon independen) memperoleh 2,57 persen, serta Anif Punto Utomo-Budidoyo (PAN) memperoleh 10,69.

Ketua KPU Temanggung mengatakan, penghitungan masih terus berlangsung. Meskipun nantinya ada paslon yang sudah diketahui menang dalam hitung cepat, namun hasil resmi tetap menunggu penghitungan secara manual yakni 1 Juni mendatang.
(tribunjogja.com)
Read More..

KAMPANYE CALON BUPATI di TEMANGGUNG MEMAKAN KORBAN

Posted by Hendi Prakoso Senin, 20 Mei 2013 0 komentar
KORBAN TEWAS: Erlis Ida Irawati (48),
 korban tewas saat kampanye, berada di RSUD Temanggung, Sabtu (18/5).
(suaramerdeka.com / Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, Kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 2 Fuad-Andoyo memang sangat luar biasa. Lebih dari 10 ribu orang diperkirakan ikut berpartisipasi. Namun, dalam kampanye itu ada satu orang simpatisan tewas karena kecelakaan.
Korban bernama Erlis Ida Irawati (48), warga Desa Petirejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Dia tewas dalam kecelakaan di sekitar Jalan Raya Kedu-Parakan di dekat SMP  Kedu.
Belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan ibu empat anak dan nenek dia cucu ini. Berdasar informasi, dari sejumlah simpatisan korban terjatuh akibat tidak bisa menjaga keseimbangan sepeda motor yang dikendarainya.
"Jenazah sudah diperiksa oleh dr Novi Andriyani. Korban mengalami luka pada bagian tangan kanan, punggung, dan lambung. Penyebab meninggal karena pendarahan di dalam perut," kata salah satu petugas medis IGD RSUD Temanggung, Sabtu (18/5). 
Jamhari (52), suami korban menuturkan, paginya sekitar pukul 06.00 istrinya memang berpamitan hendak mengikuti kampanye Fuad-Andoyo di Lapangan Sroyo. Namun pada pukul 10.30 ada yang menelponnya jika istrinya mengalami kecelakaan di Kedu.
"Istri saya memang pamitan mau ikut kampanye, tidak tahunnya mengalami kecelakaan. Saya juga tidak tahuh siapa yang menelpon. Sejauh ini penyebab pastinya kami juga belum tahu. Saya berharap pasangan calon Fuad-Andoyo bisa ada perhatian," tandasnya.
Sampai berita ini diturunkan, hingga pukul 16.00 penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan simpatisan kampanye ini tewas di jalan belum diketahui. Pihak keluarga bahkan masih mencari keberadaan sepeda motor Honda Blade yang dikendarai 
korban. ( Raditia Yoni Ariya / CN37 / SMNetwork )
(www.suaramerdeka.com)
Read More..

MASA KAMPANYE PEMILUKADA TEMANGGUNG

Posted by Hendi Prakoso Selasa, 14 Mei 2013 0 komentar
TEMANGGUNG, Memasuki masa kampanye Pemilukada Temanggung 2013 mulai Rabu (08/05/2013), Personil Polri, TNI, Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (linmas) mulai lakukan pengamanan secara intensif. Hal ini untuk menjaga kondusifitas Temanggung dan mencegah berbagai kemungkinan yang terjadi sebagai dampak rangkaian pemilukada.
      "Personil terlibat intensif dalam pengamanan Pemilukada mulai awal kampanye 8 Mei hingga Pemilukada dinyatakan selesai dan tidak ada masalah," kata Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono, Jumat (10/05/2013).
      Memurut Kapolres personil polisi yang terlibat pada pengamanan itu sebanyak 635 orang. Personil tersebut akan ditambah pasukan Brimob Polda Jateng, TNI dan Satpol PP dan Linmas. Mereka akan ditempatkan di zona-zona ada titik kerawanan dan disiagakan selama 24 jam. "Pengamanan pelaksanaan Pemilukada di Temanggung sangat ekstra, karena dalam waktu bersamaan ada digelar pula Pemilukada Jawa Tengah. Temanggung harus dijaga ketat untuk mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan", katanya.(Hms13/Paul)
(Sumber : www.temanggungkab.go.id)
Read More..

PERSITEMA DITAHAN IMBANG PSCS CILACAP 1-1

Posted by Hendi Prakoso Kamis, 04 April 2013 0 komentar
Tim tuan rumah Persitema Temanggung bermain imbang 1-1 saat menjamu tim tamu PSCS Cilacap pada pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Bhumi Phala Temanggung, Minggu.
Persitema yang tidak menurunkan dua pemain asingnya, Ntolo Arsene Aime dan Essomba Serge Marius pada menit-menit awal pertandingan tampak agresif menggempur gawang PSCS.
Permainan dengan tempo cepat membuat Taryono dan kawan-kawan cukup kewalahan. Serangan dari berbagai lini yang coba dibangun Persitema cukup membuat barisan pertahanan PSCS kedodoran.
Pada menit 15, intensitas serangan yang dibangun Deni Nurdiansyah dan kawan-kawan makin meningkat, peningkatan serangan berhasil membuat tim tuan rumah unggul melalui tendangan Elli Nasoka dari sisi kiri gawang Ega Rizky.
Unggul pada awal pertandingan membuat Persitema makin percaya diri untuk terus menyerang. Namun, di tengah intensitas serangan yang tinggi itu, PSCS Cilacap berhasil mendapatkan celah kosong di barisan pertahanan Persitema. Pada menit 19, Taryono, kapten PSCS berhasil menyamakan kedudukan 1-1.
Memasuki babak kedua Kurnanda Fajar Sakti Aji, striker Persitema harus diganti Sumariyanto karena cedera kaki kanan.
Masuknya tenaga baru tersebut, cukup membuat laju serang Persitema semakin kuat. Diserang bertubi-tubi oleh pemain Persitema, anak asuh Gatot Barnowo hanya mampu berkonsentrasi untuk bertahan dan memanfaatkan serangan balik dari bola-bola mati.
Banyak kesempatan untuk menambah poin untuk Persitema, namun penyelesaian oleh pemain depan tidak sempurna sehingga mampu ditepis Ega Rizky.
Serangan balik yang dibangun tim PSCS membuat Roma Surya cukup kewalahan. Hingga babak kedua berakhir, skor masih bertahan imbang.
Manajer Persitema Temanggung Yuniarto mengatakan secara umum permainan Persitema sudah menunjukkan performa optimal. Menghadapi tim di puncak klasmen dengan hasil imbang merupakan bagian dari kepuasan.
“Tentu kami belum puas sekali, karena main di kandang, seharusnya kami menang. Tetapi lawan PSCS dengan hasil imbang kami puas,” katanya.
Menyinggung tidak diturunkannya dua pemain asing, yakni Ntolo Arsene Aime dan Essomba Serge Marius, dia mengatakan, kedua pemain itu sedang ada urusan dengan agensinya.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo memuji permainan Persitema. Menurut dia, pada pertandingan kali ini, Persitema benar-benar sulit untuk ditaklukkan. Dia mengaku cukup puas dengan hasil imbang tersebut.

(Sumber : bolaindo.com)
Read More..

Total Tayangan Halaman

ViralGen Referral Shopping