Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

LIYANGAN SAHA POSONG DADOS TETENGER PARIWISATA TEMANGGUNG

Posted by Hendi Prakoso Rabu, 02 Oktober 2013 0 komentar
Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi nelakaken, posong saha liyangan kapilih minangka icon pariwisata Temanggung amargi kekalih papan pariwisata kasebat nêngsêmakên sanget.
Liyangan mujudaken situs sejarah pemukiman ingkang jangkep sanget, ingkang boten dipun gadhahi dening situs-situs sanes ing Indonesia. Dene posong mujudaken papan wisata alam pegunungan ingkang nggadhahi sesawangan ingkang endah, malah boten kawon kalian papan wisata alam ing Indonesia kadosta Bromo. Salajengipun Irawan nelakaken, kangge ndadosaken posong saha liyangan minangka icon pariwisata ing Temanggung panci boten gampil, mliginipun liyangan. Eskavasi liyangan mbetahaken ragad ingkang kathah. Pemkab boten badhe kiyat ngragadi eskavasi piyambak. Salebeting anggaran perubahan 2013 menika, Pemkab nganggaraken Rp. 230 yuta kangge ekskavasi liyangan. Anggaran kasebat karaos taksih alit sanget menawi katandhingaken kalian wiyaripun liyangan. Dipun ajab kanthi kekalih ikon pariwisata kasebat saged ngangkat citra pariwisata Temanggung satemah PAD saking pariwisata saged mindhak.
 
URL sumber berita  :
http://manteb.com/berita/17754/Liyangan.saha.Posong.Dados.Tetenger.Pariwisata.Temanggung.
 
 
 
 
Read More..

AYO.. BERWISATA KE KETEP PASS

Posted by Hendi Prakoso Selasa, 30 Juli 2013 0 komentar
Ketep Pass terletak di Kabupaten Magelang dan merupakan objek wisata alam gunung api, khususnya Gunung Merapi. Objek wisata ini terletak di ketinggian 1200m dpl. Luasnya sekitar 8000 m persegi. Ketep Pass menawarkan hawa yang sejuk dan juga panorama alam yang sangat indah, karena dari objek wisata ini pemandangan alam yang terbentang dari seluruh penjuru bisa terlihat. Melalui pelataran Panca Arga Anda bisa melihat gunung-gunung yang menjulang sangat indah.
Jika dari sisi sebelah timur kita bisa melihat Gunung Merapi dan Merbabu, dari sisi utara akan tampak Gunung Telomoyo yang masih masuk wilayah Kabupaten Semarang. Sedangkan pada sisi barat akan tampak Gunung Sindoro dan Sumbing di Kabupaten Temanggung dan Gunung Slamet yang ada di Kabupaten Purbalingga. Ketep Pass dikembangkan atas prakarsa dari Gubernur Jawa Tengah, yaitu H. Mardiyanto sebagai wisata kegunungapian di jalur Solo-Selo-Borobudur dan diresmikan tanggal 17 Oktober 2002 oleh Presiden RI saat itu, Megawati Sukarno Putri.
 
Volcano Theatre dan Volcano Centre
Untuk bisa melihat pemandangan gunung-gunung tersebut tersedia dua teropong yang ada di gardu pandang dan puncak Panca Arga yang merupakan lokasi tertinggi karena dapat melihat pemandangan gunung-gunung dari berbagai arah sekaligus. Pada gardu pandangnya berupa 2 buah gazebo yang masing-masing memiliki ukuran empat persegi panjang dan juga bangunan berbentuk segi delapan dengan panjang sisinya lima meter. Tempat ini cocok untuk bersantai dan melihat keindahan Gunung Merapi dan Merbabu serta hamparan sawah pada kedua kaki gunungnya. Jika Anda merasa kelaparan, banyak pedagang makanan yang berada di sekitar gardu pandang.
Selain itu ada Ketep Volcano Theatre dan Ketep Volcano Centre. Ketep Volcano Theatre merupakan sebuah tempat untuk pemutaran film-film dokumenter mengenai aktivitas Gunung Merapi dan mempunyai kapasitas hingga 78 kursi. Di film inilah diceritakan mengenai terjadinya berbagai macam kejadian di Gunung Merapi mulai dari penelitian, jalur-jalur pendakian sampai ledakan dahsyat dari Gunung Merapi. Sedangkan Ketep Volcano Centre merupakan gedung museum yang luasnya sekitar 550 meter persegi dan merupakan museum vulkanologi yang di dalamnya terdapat miniatur gunung Merapi, komputer untuk pengunjung yang berisi informasi kegunungapian dan beberapa bukti letusan berupa batu-batuan.
Selain itu Ketep Pass juga ditunjang dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas dan cukup untuk menampung bus-bus pariwisata. Di objek wisata ini juga terdapat restoran yang bisa Anda kunjungi dan nikmati jika merasa kelaparan. Karena letaknya yang berada di lantai atas Ketep Volcano Theatre, dari sana kita dapat makan sambil menikmati pemandangan panorama pegunungan karena pada sisi restorannya berdinding kaca. Fasilitas seperti toilet bersih juga tersedia di objek wisata ini dan juga sarana ibadah seperti mushola yang lebarnya lebih 10 m persegi yang memiliki bentuk bangunan yang sangat artistik.

 PELATARAN PANCA ARGA
Panca Arga mempunyai arti Lima Gunung,pada lokasi ini merupakan puncak tertinggi di Obyek Wisata Ketep Pass.Dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat Lima Gunung yaitu Gunung Merapi,Gunung Merbabu,Gunung Sindoro,Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.
Selain kelima Gunung tersebut pengunjung masih dapat melihat dan menikmati Gunung-Gunung kecil dan Bukit-bukit yang sangat indah antara lain,Gunung Tidar,Gunung Andong,Gunung Pring,Bukit Menoreh,Bukit Telo Moyo dll.
Read More..

MONUMEN BAMBANG SUGENG

Posted by Hendi Prakoso Jumat, 14 Juni 2013 0 komentar
Disebelah timur Terminal Bus Kota Temanggung terdapat sebuah bukit kecil. Disitulah berdiri tegak monument Bambang Sugeng, yang selama bertahun-tahun menjadi objek wisata bernuansa sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimasa perang kemerdekaan.
Lokasi monument ini tidak jauh dari taman makam pahlawan, tepatnya disisi timur jembatan Kranggan. Tetapi siapakah Bambang Sugeng? Beliau adalah prajurit TNI, yang dengan pangkat terakhir mayor jendral, yang pernah ditugaskan diTemanggung.
Bambang Sugeng pernah memimpin pasukannya saat Agresi Militer I (1947)dan Agresi Militer II (1948). Ada sebait puisi yang ditulis Bambang Sugeng, dan hingga sekarang masih dapat disaksikan para pengunjung Di Monumen tersebut:” Aku rela, aku tak kecewa, gugur demi nusa bangsa”.
Ya, pasukan Bambang Sugeng memang bertempur dengan gagah- berani, meskipun harus kehilangan sekitar 3.500 prajuritnya, dalam pertempuran melawan Belanda di alur Kali Progo. Sebelum Berperang melawan Belanda, Bambang Sugeng juga memimpin perlawanan menghadapi balatentara Jepang.
Banyak tentara Jepang yang ditawan, namun semuanya mengaku di perlakuan dengan sangat baik oleh Bambang Sugeng. Bahkan di monument ini pun terdapat batu prasasti yang ditulis tentara Jepang yang di tawakan pasukan Bambang Sugeng. Tulisan dengan huruf kanji itu berbunyi “Wampo Daiwa Daigetzu”, yang berarti “ seluruh dunia sekeluarga”.
Para tawanan yang diperlakukan dengan sangat baik itu merasa berhutang budi kepada Bmbang Sugeng. Untuk membalasnya, sampai kini banyak warga Jepang, terutama anggota keluarga eks tawanan, melakukan kunjungan rutin ke Monumen Bambang Sugeng.
(Sumber : temanggung.go.id)


pasang iklan baris gratis
Read More..

TAMAN KARTINI TEMANGGUNG

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar
Sampai saat ini, taman rekreasi kartini masih menjadi ikon pariwisata di kabupaten temanggung. Objek wisata ini mudah dikenali, karma berada di pintu masuk kabupaten temanggung sebelah timur (dari arah secang dan semarang).
Pengguna jalan dari kedua arah ini akan menjumpai pintu gerbang taman rekreasi kartini disebelah kanan jalan. Karma letaknya strategis, objek wisata ini sering dijadikan tempat rehat pengguna jalan dengan kendaraan pribadi, setelah menempuh perjalanan luar kota. Tidak sedikit pula travel yang memberhentikan kendaraannya disini.
Fasilitas yang tersedia cukup komplet untuk sebuah tempat rekreasi umum, antara lain rumah makan puja sera, kolam renang tirto asri, arena bola basket, lapangan tennis, lapangan voli, hingga lapangan sepak bola.ada juga arena permainan anak, panggung kesenian, dan warung souvenir.
Setiap akhir pekan, apalagi pada musim liburan, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar kota. Puncak keramaian terjadi pada musim lebaran, karena pengelola taman rekreasi kartini rutin menggelar gebyar pekan syawalan yang berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 2 syawal. Banyak atraksi wisata yang ditampilkan, termasuk aneka makanan tradisional khas temanggung, dan lain sebagainya.

pasang iklan baris gratis
Read More..

SOROPADAN AGRO EXPO 2013

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar
Soropadan Agro Expo (SAE) merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam upaya mendorong petani menghasilkan produk-produk unggulan dan sektor kepariwisataan Jawa Tengah melalui agrowisata, seperti perkebunan teh, kopi, buah, sayur mayur, dan lain sebagainya. Kegiatan ini berlangsung di Kawasan Agrowisata dan Subterminal Agribisnis (STA) Soropadan, Kabupaten Temanggung .
Tahun 2013 ini SAE diselenggarakan pada tanggal 15 s/d 19 Juni. Jangan ketinggalan, disini Anda bisa menemukan stand dengan aneka produk dan potensi daerah. Juga tidak ketinggalan, kesenian daerah khususnya Temanggung dan magelang juga akan memeriahkan event besar ini.
pasang iklan baris gratis
Read More..

KAWASAN WISATA DIENG

Posted by Hendi Prakoso Senin, 20 Mei 2013 0 komentar

Pariwisata di Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu sektor yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Sebab, daerah ini memiliki banyak obyek wisata yang sangat menarik, baik berupa wisata sejarah, wisata budaya, maupun wisata agro.

Di antara sekian banyak itu, wisata sejarah di dataran tinggi Dieng tetaplah menjadi primadona bagi Wonosobo. Nama Dieng sendiri menurut salah satu versi berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu di yang berarti "tempat yang tinggi" atau "gunung", dan hyang dari kata khayangan yang artinya tempat para dewa-dewi. Maka Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa-dewi bersemayam.

Menurut versi lain, nama Dieng berasal dari bahasa Jawa; yaitu adi yang berarti indah, dan aeng yang berarti aneh. Jadi, Dieng berarti tempat yang indah dan penuh dengan keanehan.

Terlepas dari asal usul katanya, Dieng memang menyajikan pesona alam yang luar biasa. Di atas gunung, terdapat komplek candi. Dieng merupakan sebuah desa di wilayah Kecamatan Kejajar dan berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Kawasan ini terletak sekitar 26 km di sebelah utara kota Wonosobo. Jalannya berbelok-belok dan menanjak, yang diwarnai aneka tanaman sayuran di kanan kiri jalan.
Seperti pegunungan lainnya, suhu udara di Dieng sangat dingin, bisa mencapai 15 derajat C di siang hari, dan 10 derajat di malam hari. Di kawasan ini banyak terdapat kawah aktif. Dari kejauhan, kawasan Dieng tampak seperti puncak gunung yang patah sehingga menyisakan dataran dengan banyak kawah. Itulah sebabnya Dieng dinamai Plateau yang berarti dataran di atas pegunungan.

Dataran tinggi Dieng merupakan salah satu kawasan pariwisata andalan Kabupaten Wonosobo. Di tempat ini terdapat berbagai obyek wisata, terdiri atas obyek-obyek wisata alam dan budaya berupa peninggalan masa lampau berupa candi-candi dan benda-benda arkeologi lainnya.
Dieng Plateau dikelola oleh dua kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Garis batas pemisah antara keduanya tepat membelah Dieng Plateau. Karena itu, obyek-obyek yang ada di sana juga terbagi dua—ada yang masuk ke wilayah Wonosobo, dan ada yang masuk wilayah Banjarnegara.

Karena kondisi geografisnya yang sedemikian rupa, Dieng Plateau lebih mudah dijangkau dari Wonosobo. Terlebih lagi, kemungkinan besar arah wisatawan lebih banyak dari timur, seperti Semarang, Magelang, ataupun Yogyakarta. Oleh sebab itu, untuk mencapai Dieng, wisatawan hanya tinggal menuju ke utara, yang jaraknya kira-kira hanya 26 km.

Kawasan Dieng Plateau merupakan area gunung yang masih aktif. Di sini terdapat banyak kawah yang setiap saat mendidih dan mengeluarkan asap putih tebal dengan aroma khas belerang. Salah satu yang terkenal yaitu kawah Sikidang. Selain itu, ada kawah Candradimuka dan Sileri. Kawah-kawah tersebut, di samping sebagai tempat wisata, juga digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.
Untuk menjangkau obyek-obyek utama di Dieng Plateau, dapat ditempuh dengan jalan kaki. Sambil jalan-jalan, wisatawan dapat melihat bekas-bekas peninggalan masa lalu dan kekuatan alam, berupa bukit-bukit yang merupakan gunung berapi aktif.

Untuk memudahkan wisatawan memperoleh gambaran lengkap mengenai obyek wisata di Wonosobo, di kawasan ini juga dibangun Dieng Plateau Theater (DPT). DPT merupakan sarana wisata berupa bioskop yang materinya berupa informasi peristiwa alam Dieng, seperti peristiwa Sinila tahun 1979. Sarana ini digagas oleh Gubernur Jawa Tengah kala itu, H. Mardiyanto.

Kapasitas tempat duduknya sebanyak 100 kursi. Di sekitarnya dilengkapi dengan taman dan tempat untuk bersantai. Dari sana, tampak rangkaian pegunungan, seperti Gunung Prahu, Juranggrawah, Pangonan, Sipandu, Nagasari, Pangamun-amun, dan Gajah Mungkur.
Sarana tersebut cocok sekali bagi wisatawan yang ingin mengetahui peristiwa alam di Dieng dan budaya masyarakat sekitarnya. Sebagai tujuan wisata bagi para pelajar juga sangat baik. Selama ini DPT terbukti mampu memberikan nuansa wisata alam dan pendidikan bagi pengunjungnya.

Sebelum sampai di dataran tinggi Dieng, wisatawan dapat melepas lelah di gardu pandang, pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Dari atas gardu pandang, kita dapat menikmati pemandangan yang sangat indah, dan di pagi hari dapat pula melihat matahari terbit dengan cahaya keemasan atau dengan istilah golden sunrise. Dari sini perjalanan dapat dilanjutkan menuju dataran tinggi Dieng untuk menyaksikan terbitnya matahari yang kedua dengan cahaya yang keperak-perakan (silver sunrise).

Candi –candi di Dieng

Candi-candi yang berada di Dieng dibangun sebagai tempat pemujaan bagi dewa Siwa dan Sakti Siwa, merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu- Siwa. Candi-candi di daerah ini letaknya tersebar, namun ada satu kelompok yang berjumlah lima candi. Kelompok ini dinamai Candi Pendawa, yang terdiri atas Candi Semar, Arjuna, Srikandi, Sembadra, dan Puntadewa. Tidak jauh dari Candi Pendawa, tampak Candi Gatutkaca yang terletak di atas bukit Pangonan.

Sedangkan Candi Dwarawati terletak di kaki Gunung Perahu. Ada juga Candi Bima, terbesar di kawasan ini. Kalau Candi Pendawa terletak di tengah dataran yang luas, candi-candi lain agak saling berjauhan. Letaknya terpisah, dan di sekitarnya dikelilingi pepohonan, terutama akasia.

Tak jauh dari Candi Dieng, terdapat Telaga Warna. Dinamakan demikian karena telaga tersebut memantulkan aneka warna yang indah.  Di sampingnya terdapat Telaga Cermin yang sesekali memantulkan cahaya berkilauan. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh kandungan mineral di dalamnya. Memang telaga-telaga tersebut terletak tidak jauh dari beberapa kawah yang mengeluarkan bahan-bahan mineral dari dalam bumi. Namun, pantulan warna ini tidak selalu nampak, apalagi ketika cuaca redup—meskipun begitu, pemandangan dan suasana di tempat ini tidak akan pernah ditemui di tempat lain. 

Di tepi Telaga Warna terdapat beberapa gua kecil. Salah satu di antaranya adalah Gua Semar. Panjangnya sekitar empat meter dengan dinding batu, dan dapat digunakan untuk bermeditasi. Ada gua lain di sampingnya, yaitu Gua Sumur dan Gua Jaran. Di dalam Gua Sumur terdapat sumber air suci yang disebut Tirta Prawitasari.  Di lokasi inilah umat Hindu biasanya mengadakan upacara ritual yang disebut Muspe atau Mubakti. Di samping gua-gua kecil tersebut, juga terdapat kawah Sikendang. Dinamai demikian karena kadang-kadang mengeluarkan bunyi seperti kendang. 

Selain Dieng, Wonosobo masih memiliki obyek-obyek wisata lain, seperti obyek wisata alam, wisata budaya, wisata agro, dan sebagainya. Untuk wisata alam, Wonosobo memiliki Agro Wisata Tambi yang terhampar luas di lereng Gunung Sindoro, dengan ketinggian 1.200 – 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu udara rata-rata minimal 15 derajat C, dan suhu maksimal 24 derajat C.

Agrowisata ini dikelola oleh perusahaan swasta, PT Tambi, yang mengelola tiga unit perkebunan di Bedakah, Tanjungsari, dan Desa Tambi; seluas 829 hektar. Kawasan ini dilengkapi fasilitas pondok wisata, kolam pemancingan, lapangan tenis, taman bermain, kebun, dan parik teh. ”Agrowisata Tambi menjadi pilihan bagi wisatawan untuk rekreasi. Wisatawan yang  ingin ke Gunung Dieng, menginapnya di Agrowisata Tambi. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh,” kata Bambang, pengelola agrowisata Tambi.

Wisatawan yang mengunjungi Tambi akan diajak berkeliling menelusuri jalan di kebun teh, berolahraga sambil menikmati pemandangan, juga mendapat penjelasan mengenai agronomi, pengolahan dan pemasaran. Bagi pengunjung yang ingin bermalam juga disediakan pondok wisata dengan fasilitas yang cukup memuaskan.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan,  ke depan pembangunan sektor pariwisata ini dapat lebih diprioritaskan dan dikembangkan, sehingga memperkuat posisi Kabupaten Wonosobo sebagai daerah tujuan wisata yang berskala nasional maupun internasional.
Beraneka ragamnya obyek wisata di Wonosobo tentu berimbas pula pada makin tumbuh suburnya industri penunjang. Pelaku usaha penunjang pariwisata di Kabupaten Wonosobo meliputi usaha perhotelan, restoran, dan rumah makan. Untuk penginapan, sebagian besar hotel tersebut terletak di dalam kota Wonosobo. Dengan demikian, ketika menginap di hotel tersebut, wisatawan dapat menikmati suasana kota Wonosobo sambil jalan-jalan.
Dengan rata-rata jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Dieng tiap tahunnya adalah 81.260 orang, yang terdiri 12.029 wisatawan manca dan 70.051 wisatawan dalam negeri, namun kebanyakan kunjungan tersebut hanya bersifat wisata singkat, tanpa disertai menginap. Hal ini disebabkan karena minimnya fasilitas penunjang daya tarik pariwisata (amenitas), terutama penginapan yang representatif.
(www.wonosobokab.go.id)
Read More..

TAMAN KYAI LANGGENG KOTA MAGELANG

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar

Taman Kyai Langgeng terletak di jalan Cempaka, hanya 1 Km dari pusat kota Magelang. Berwisata ke taman ini merupakan suatu keasyikan tersendiri. Selain taman yang ditata secara rapi, ternyata banyak sekali tawaran kenikmatan dengan keunikan-keunikan yang dimiliki dan fasilitas-fasilitas lain tersedia di dalamnya. Suatu pesona panorama alam menakjubkan yang dapat mengisi "kekosongan jiwa" para pengunjungnya secara sempurna.
Kyai Langgeng adalah sebuah nama yang diambil dari nama salah seorang pejuang di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro, satu di antara pahlawan-pahlawan Indonesia yang berjuang dengan gagah berani merebut kemerdekaan melawan penjajah Belanda selama perang Diponegoro (1825 - 1830). Dasar dijadikannya sebuah Taman dengan menggunakan nama Kyai Langgeng karena almarhum dimakamkan di kawasan ini. Makam tersebut masih ada dan terawat hingga saat ini.
Taman Kyai Langgeng dengan luas 27,5 hektare memiliki ratusan koleksi tanaman langka yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek penelitian antara lain ada Cempaka Ganda (Mycelia campaca), Dewa Daru (Eugenia Sp), Apel Beludru (Diospiros Rabbola), Nagasari (Mesua Ferrea), Matoa (Pometia Pinata Ireigfost), Ruser (Arthocarpus Sp), Lobi-Lobi (Flacouritia Inermis Roxb) dan masih banyak lagi.
Taman satwa pun tersaji, ada buaya, owa, itik, burung, berbagai jenis ikan dan sebagainya. Rencananya, pada tahun 2012 ini akan dibangun taman reptil yang menampilkan sekitar 70 koleksi reptil eksotis kepada pengunjung Taman Kyai Langgeng.
Fasilitas-fasiltias penunjang yang dimiliki Taman Kyai Langgeng adalah sebuah kolam renang yang dipisah menjadi dua dengan pembatas terapung. Masing-masing untuk anak-anak dengan kedalaman 1 meter dan untuk orang dewasa sedalam 2 meter. Kolam renang ini dilengkapi dengan menara peluncur bergelombang dan tentunya tempat bilas serta ganti.

Di samping itu, pesona lain yang tesedia adalah koleksi patung-patung dinosaurus, gelanggang pemancingan, taman lalu lintas, rumah aquarium, rumah apung, panggung terbuka, arena untuk bermain gokart, sungai untuk arung jeram, bianglala, becak mini, kereta air, jet coaster, kereta mini, komidi putar, anjungan dirgantara, flying fox dll.

Taman Kyai LanggengJl. Cempaka No. 6, Kota Magelang.
Telp. (0293) 364142
Read More..

PIKATAN WATERPARK TEMANGGUNG

Posted by Hendi Prakoso Selasa, 14 Mei 2013 0 komentar
Temanggung. Sangat mudah dijangkau. Dari terminal induk Kowangan Temanggung, Pikatan Water Park hanya berjarak dua kilometer. Dengan menumpang  angkutan umum yang  jumlahnya cukup banyak, setiap penumpang dikenai tarip Rp.2.000,- melewati  jalur yang cukup bagus, perjalanan terminal – Pikatan yang pendek ini cukup memikat, karena melewati persawahan yang luas dan jalan yang lebar. Ketika cuaca bersahabat, dari beberapa titik ini pelancong dapat menyaksikan gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo dan gunung Ungaran.
Mulai dari terminal inilah kelak kawasan Pikatan Water Park akan dikembangkan. Menurut Bekti, saat ini sudah banyak masyarakat yang “ancang-ancang” untuk memanfaatkan jalur terminal - Pikatan menjadi jalur wisata. Mereka, ujarnya banyak yang memanfaatkan lahan miliknya untuk rumah makan, kios cinderamata, kios oleh-oleh bahkan untuk tempat parkir.
“Itulah yang diharapkan Bupati Temanggung. Membangun kawasan wisata memang jangan tanggung-tanggung. Tujuan utama pemerintah memang untuk melayani masyarakat dalam kebutuhan hiburan. Tetapi, efek langsungnya adalah peningkatan PAD tanpa harus menambah beban masyarakat, tetapi justru memacu dan mengembangkan gairah  dunia usaha mikro dan kecil” katanya.
Ditambahkan, rencananya, pada bulan Maret – April 2009 wisata air itu akan dioperasionalkan.  Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga telah diberi kesempatan oleh Hasyim untuk mengembangkan Pikatan  sesuai dengan selera wisatawan yang terus berubah. Saat ini di Pikatan Water Park telah dibangun  10 buah waterslide sepanjang lima sampai 50 meter, lima buah kolam termasuk kolam prestasi, mainan ember tumpah, permainan sliding sepanjang 21 meter serta jembatan goyang.
Hari-hari ini, Dinas itu bahkan tengah merancang untuk menambah permainan petualangan baru yakni Flaying Fox dengan ketinggian sekitar 10 meter.  Diharapkan, pada akhir tahun ini atau tahun depan, Pikatan Water Park akan memiliki arena panjat tebing. “Kami juga sedang melobi warga serta beberapa perusahaan di sekitar Pikatan untuk terlibat langsung sebagai pelaku wisata. Jika usaha ini berhasil, banyak orang memimpikan disana bisa dibangun danau buatan, taman pintar, arung jeran mini dan sebaginya. Yang pasti, lokasi yang ada sangat memungkinkan untuk semua itu. Kondisi dan Gravitasi kawasan  Pikatan sangat ideal untuk arung jeram, danau buatan atau apapun jenis permainan yang sifatnya mendidik dan menantang” katanya.
Di sisi lain ia menyadari bahwa keadaan keuangan Pemerintah Kabupaten Temanggung sulit sekali untuk memacu guna mewujudkan “mimpi-mimpi” itu. Oleh karenanya, Pemkab Temanggung membuka kesempatan yang luas kepada pihak ketiga untuk turut serta mengembangkan kawasan Pikatan, baik kulinernya, wisata alamnya, atau permainan-permainan lain yang baru.
Memang, banyak kalangan menilai pengembangan Pikatan yang semula hanya merupakan lokasi kolam renang akan mampu berpacu dengan lokasi wisata lain yang sejenis. Pemikiran ini cukup logis mengingat pada radius 60 km dari Temanggung belum ada lokasi wisata seperti di Pikatan. Apalagi, Pikatan memiliki daya tarik alamiah yang sangat besar. Dari kawasan ini dapat dilihat dengan jelas gunung Merapi, Merbabu, Andong dan Telomoyo. Air di sana sangat melimpah dan jernih. Selain itu, lokasi Pikatan sangat dengat dengan kota dan mudah dijangkau serta infrastrukturnyapun sudah memadahi untuk jangka waktu 10 tahun ke depan.
Saat ini, SKPD terkait dengan pariwisata tampak terus melakukan pembenahan-pembenahan di tempat itu. “Untuk tahun ini kami konsentrasi melakukan pembenahan di dalam areal taman. Kalau ada dana, mungkin pertengahan tahun ini atau pada perubahan Tahun Anggaran 2009 nanti, kami mulai mengerjakan kawasan parkir. Ini dibutuhkan biaya besar karena arealnya luas sekali. Syukur-syukur tahun ini kami sudah bisa mengembangkan lokasi Pikatan karena sekarang baru mencapai 1,5 hektar saja” ujar mantan Kabag Humas.
Tidak berlebihan kiranya apabila Pemkab Temanggung mengandalkan Pikatan Water Park menjadi  wisata ungulan dimasa depan dan ikon dunia wisata daerah itu. Semua persyaratan yang dibutuhkan sudah terpenuhi, komitmen pimpinan cukup kuat dan ada dukungan dari para pelaku wisata termasuk kalangan staf yang memiliki dedikasi tinggi. Bukanlah sebuah mimpi, apabila Pikatan Water Park diproyeksikan akan menjadi primadona baru dunia wisata di Jawa Tengah.(temanggungkab.go.id)
Read More..

PANTAI SUWUK KEBUMEN

Posted by Hendi Prakoso 0 komentar

Para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Suwuk di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen, akan semakin dipermudah dengan fasilitas jalan keliling pantai.

Pada 2013 ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan melengkapi sarana jalan keliling atau pavingisasi jalan keliling senilai Rp 2 miliar. Dengan fasilitas tersebut para pengunjung akan semakin mudah menjangkau lokasi pantai yang disukai dengan menjangkau ke bibir pantai.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Drs H Hery Setyanto mengemukakan, jalan masuk tersebut sudah dibuat tahun lalu sepanjang sekitar dua ratus meter. Tahun ini akan ditambah lagi sepanjang 600 meter. Bagi pengunjung yang datang naik
sepeda motor atau mobil pribadi pun bisa parkir di lokasi yang disenangi.


Menurut Hery, penambahan fasilitas tersebut untuk menjaring wisatawan semakin banyak datang ke Pantai Suwuk, Apalagi tahun lalu target yang dibebankan terlampaui. Dari target pendapatan sebesar Rp 553 juta, tercapai Rp 758 juta.

Bertahap

Menurut Heri Setyanto, penambahan fasilitas di Pantai Suwuk akan dilakukan secara bertahap. Bahkan direncanakan akan dibangun jembatan penyeberangan ke Pantai Karangbolong melalui muara Kali Suwuk. Jembatan penyeberangan itu diharapkan bisa memudahkan wisatawan mengunjungi dua pantai tersebut.

Namun Heri mengakui, ada kendal dalam perencanaan gambar. Sebab konstruksi jembatan penyeberangan tersebut memang bersifat khusus
karena berada di areal muara sungai dan di atas pantai berkarang. Namun pihaknya optimis pada saatnya jika Pemkab telah memiliki dana akan bisa terwujud.

Fasilitas lain yang akan ditambah yakni lokasi parkir, taman serta tempat cindera mata. Bahkan pihaknya mengundang pihak ketiga untuk membuka rumah makan yang memadai bagi pengunjung. Saat ini di kawasan Pantai Suwuk dipenuhi warung kecil dan baru ada satu dua rumah makan. (B3-86/suaramerdeka)
Read More..

BOROBUDUR

Posted by Hendi Prakoso Jumat, 05 April 2013 0 komentar
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

(Sumber : wikipedia)
Read More..

SINDORO SUMBING

Posted by Hendi Prakoso Kamis, 04 April 2013 0 komentar

Ini gambar Gunung Sindoro dan Sumbing. Sangat bagus dilihat dari Jumo.

Read More..

Total Tayangan Halaman

ViralGen Referral Shopping